PERATURAN BETON BERTULANG INDONESIA 1971 PDF

Please enter recipient e-mail address es. Please enter your name. Indonesian View all editions and formats. Advanced Search Find a Library. The E-mail Address es field is required.

Author:Moogukree Gardashicage
Country:Congo
Language:English (Spanish)
Genre:Finance
Published (Last):26 September 2016
Pages:281
PDF File Size:6.44 Mb
ePub File Size:20.14 Mb
ISBN:416-8-50994-573-2
Downloads:76696
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Dilabar



Persyaratan-persyaratan konstruksi beton, istilah teknik dan syarat pelaksanaan beton secara umum menjadi kesatuan dalam bagian buku persyaratan teknis ini. Pemborong harus melaksanakan pekerjaan ini dengan ketepatan dan kesesuaian yang tinggi menurut persyaratan teknis ini, gambar rencana dan instruksi-instruksi yang tidak memenuhi syarat harus dibongkar dan diganti atas biaya pemborong sendiri. Semua material harus baru dengan kualitas yang terbaik sesuai dengan persyaratan dan disetujui oleh pengawas, dan pengawas berhak meminta diadakan pengujian bahan-bahan tersebut dan pemborong bertanggung jawab atas segala biayanya.

Semua material yang tidak disetujui oleh pengawas harus segera dikeluarkan dari lokasi proyek. Pengadaan, detail, fabrikasi dan pemasangan semua penulangan dan bagian-bagian dari pekerjaan lain yang tertanam dalam beton. Perancangan, pelaksanaan dan pembongkaran acuan beton, penyelesaian dan pemeliharaan beton dan semua jenis pekerjaan yang menunjang pekerjaan beton.

Pemborong harus bertanggung jawab atas instalasi semua alat yang terpasang, selubung-selubung dan sebagainya yang tertanam dalam beton. Ukuran-ukuran dimensi dari bagian-bagian beton bertulang yang tercantum dalam gambar-gambar rencana pelaksanaan arsitektur adalah ukuran-ukuran dalam garis besar.

Ukuran-ukuran yang tepat, begitu pula besi penulangannya ditetapkan dalam gambar-gambar struktur konstruksi beton bertulang. Jika terdapat selisih dalam ukuran antara kedua macam gambar itu, maka ukuran yang berlaku harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Pengawas untuk mendapatkan ukuran sesungguhnya. Jika karena keadaan pasaran penulangan perlu diganti guna kelangsungan pelaksanaan, maka jumlah luas penampang tidak boleh berkurang dengan memperhatikan syarat-syarat lainnya yang termuat dalam PBI— Dalam hal ini harus mendapatkan persetujuan Pengawas.

Semen Portland a. Semen Portland harus memenuhi persyaratan Standard International atau NI—8 untuk butir pengikat awal, kekekalan bentuk, kekuatan tekan aduk dan susunan kemia. Semen yang cepat mengeras hanya boleh digunakan jika atas petunjuk Pengawas.

Semen yang digunakan untuk seluruh pekerjaan pondasi dan beton harus dari satu merk saja yang disetujui Pengawas. Pemborong harus mengirim contoh semen yang akan digunakan guna mengetahui type dan kualitas dari semen yang digunakan.

Penyimpanan semen harus dilaksanakan dalam tempat penyimpanan dan dijaga agar semen tidak lembab, dengan lantai terangkat bebas dari tanah dan ditumpuk sesuai dengan syarat penumpukan semen dan menurut urutan pengiriman. Semen yang telah rusak karena terlalu lama disimpan sehingga mengeras atau tercampur bahan lain, tidak boleh digunakan dan harus disingkirkan dari tempat pekerjaan. Semen harus dalam zak-zak yang utuh dan terlindung baik dari pengaruh cuaca, dengan ventilasi secukupnya dan dipergunakan sesuai dengan urutan pengiriman.

Material Alami 1. Air a. Air untuk pembuatan dan perawatan beton tidak boleh mengandung minyak, asam, alkali, garam-garam, bahan organis atau bahan lain yang dapat merusak beton serta baja tulangan atau jaringan kawat baja. Dalam hal ini sebaiknya dipakai air bersih yang dapat diminum. Pengawas dapat memerintahkan untuk diadakan pengujian contoh air di lembaga pemeriksaan bahan-bahan yang diakui apabila terdapat keragu-raguan mengenai mutu air tersebut.

Biaya pengujian contoh air tersebut untuk keperluan pelaksanaan proyek ini adalah sepenuhnya menjadi tanggungan Pemborong. Besi penulangan beton harus disimpan dengan cara-cara sedemikian rupa sehingga bebas dari hubungan langsung dengan tanah lembab ataupun basah.

Juga besi penulangan harus disimpan rata Round Bars harus sesuai dengan persyaratan dalam NI—2 pasal 3. Besi yang akan digunakan harus bebas dari karat dan kotoran lain. Pengawas dapat memerintahkan untuk diadakan pengujian terhadap beton cor di tempat yang akan digunakan ; dan bahan yang diakui serta yang disetujui Pengawas.

Semua biaya sehubungan dengan pengujian tersebut di atas sepenuhnya menjadi tanggungan Pemborong. Apabila baja tulangan yang digunakan telah distel di pabrik dan perlu penyambungan yang berbeda antara penulangan di lapangan dengan ketentuan dari pabrik pembuat, maka harus atas persetujuan Pengawas.

Bahan Additive a. Penggunaan Additive tidak diijinkan tanpa persetujuan tertulis dari pengawas. Bila diperlukan untuk mempercepat pengerasan beton atau bila slump yang disyaratkan tinggi, beton dapat digunakan bahan additive yang disetujui Pengawas. Semua perubahan design mix atau penambahan bahan additive, sepenuhnya menjadi tanggungan Pemborong dan tidak ada biaya tambahan untuk hal tersebut.

Pekerjaan tidak boleh dimulai sebelum diperiksa dan disetujui pengawas. Semua biaya pengujian tersebut menjadi beben pemborong.

Adukan beton untuk pekerjaan struktur bangunan pondasi, kolom, balok dan plat lantai menggunakan beton dengan mutu beton K Adukan beton untuk pekerjaan non structural lantai kerja, pondasi batu kali menggunakan mutu beton K Pemborong harus terlebih dahulu mengajukan gambar-gambar rencana cetakan dan acuan untuk mendapatkan persetujuan Pengawas, sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan. Dalam gambar-gambar tersebut harus secara jelas terlihat konstruksi cetakan atau acuan, sambungan-sabungan dan kedudukan serta sistem rangkanya.

Acuan harus direncanakan agar dapat memikul beban-beban konstruksi dan getaran-getaran yang ditimbulkan oleh peralatan penggetar. Pembongkaran cetakan dan acuan harus dilaksanakan sedemikian agar keamanan konstruksi tetap terjamin dan disesuaikan dengan persyaratan PBI—, NI—2.

Pembongkaran cetakan harus dilaksanakan dengan hati-hati sehingga tidak menyebabkan cacat pada permukaan beton. Dalam hal terjadi bentuk beton yang tidak sesuai dengan gambar rencana, pemborong wajib mengadakan perbaikan atau pembetulan kembali. Proporsi Kecuali disebut lain, maka campuran dari beton harus sedemikian sehingga mencapai kekuatan kubus 28 hari sebesar yang disyaratkan pada PBI— yaitu untuk Beton K untuk beton structural dan K untuk beton non structural.

Slump Nilai yang diijinkan untuk beton dalam keadaan mix yang normal adalah 7,5—10 cm dan disesuaikan terhadap mutu beton yang disyaratkan. Slump yang terjadi diluar batas tersebut harus mendapatkan persetujuan Pengawas.

Penyambungan Beton dan Grouting Sebelum melanjutkan pengecoran pada beton yang telah mengeras, maka permukaanya harus dibersihkan dan dikasarkan terlebih dahulu. Bila tidak disebutkan lain, tebal penutup beton minimal adalah 2,5 cm. Perhatian khusus perlu dicurahkan terhadap ketepatan tebal penutup beton, untuk itu tulangan harus dipasang dengan penahan jarak yang terbuat dari beton dengan mutu paling sedikit sama dengan mutu beton yang akan dicor. Penahan-penahan jarak dapat berbentuk blok-blok persegi atau gelang-gelang yang harus dipasang sebanyak minimal 4 empat buah setiap meter persegi cetakan atau lantai kerja.

Penahan-penahan jarak tersebar merata. Pemborong harus memberitahukan pengawas selambat-lambatnya 2 Dua hari sebelum pengecoran beton dilaksanakan. Persetujuan untuk melaksanakan pengecoran beton berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan cetakan dan pemasangan baja tulangan serta bukti bahwa pemborong akan dapat melaksanakan pengecoran tanpa gangguan.

Beton harus dicor sesuai dengan persyaratan dalam PBI Sebelum pengecoran dimulai, semua bagian-bagian yang akan dicor harus bersih dan bebas dari kotoran dan bagian beton yang lepas. Bagian-bagian yang akan ditanam dalam beton sudah harus terpasang pipa-pipa untuk instalasi listrik, Plumbing dan perlengkapan lainnya. Cetakan atau pasangan dinding yang akan berhubungan dengan beton harus sudah dibasahi dengan air sampai jenuh dan tulangan harus sudah terpasang dengan baik.

Bidang-bidang beton lama yang akan dicor harus dibuat kasar terlebih dahulu dan kemudian dibersihkan dari segala kotoran yang lepas. Waktu pengangkutan harus diperhitungkan dengan cermat, sehingga waktu antara pengadukan dan pengecoran tidak lebih dari 1 satu jam dan tidak terjadi perbedaan pengikatan yang mencolok antara beton yang sudah dicor dan akan dicor.

Apabila waktu yang dibutuhkan untuk pengangkutan melebihi waktu yang telah ditentukan, maka harus dipakai bahan-bahan penghambat pengikatan Retarder dengan persetujuan pengawas. Adukan tidak boleh dituang bila waktu sejak dicampur air pada semen dan agregat telah melampaui 1,5 jam; dan waktu ini dapat berkurang, bila pengawas menganggap perlu berdasarkan kondisi tertentu.

Pengecoran harus dilakukan sedemikian rupa untuk menghindarkan terjadinya pemisahan material Segresi dan perubahan letak tulangan.

Cara penuangan dengan alat-alat bantu seperti talang, pipa, chute dan sebagainya harus mendapat persetujuan pengawas dan alat-alat tersebut harus bersih dan bebas dari sisa-sisa beton yang mengeras. Pemborong bertanggung jawab untuk menyediakan peralatan guna pengangkutan dan penuangan beton dengan kekentalan secukupnya agar didapat beton yang padat tanpa perlu penggetaran secara berlebihan. Pemadatan beton seluruhnya harus dilaksanakan dengan Mechanical Vibrator dan dioperasikan oleh orang yang berpengalaman.

Penggetaran dilakukan secukupnya agar tidak terjadi Over Vibration dan tidak diperkenankan melakukan penggetaran dengan maksud untuk mengalirkan beton. Hasil beton harus merupakan massa yang utuh, bebas dari lubang-lubang segresi atau keropos. Pada daerah penulangan yang rapat, penggetaran dilakukan dengan alat penggetar yang mempunyai frekuensi tinggi untuk menjamin pengisian beton dan pemadatan beton yang baik.

Alat penggetar tidak boleh disentuh pada tulangan yang telah masuk pada beton yang telah mulai mengeras. Tidak diperkenankan untuk menanam pipa dan lain-lain dalam bagian-bagian struktur beton bila tidak ditunjukkan secara detail dalam gambar. Dalam beton perlu dipasang selongsong pada tempat-tempat yang dilewati pipa. Semua bagian atau peralatan yang ditanam dalam beton seperti angkur-angkur, kait dan pekerjaan lain yang ada hubungannya dengan pekerjaan beton, harus sudah di pasang sebelum pengecoran beton dilaksanakan.

Bagian-bagian atau peralatan tersebut harus dipasang dengan tepat pada posisinya dan diusahakan agar tidak bergeser selama pengecoran beton dilakukan. Rongga-rongga kosong atau bagian-bagian yang harus tetap kosong pada benda atau peralatan yang akan ditanam dalam beton, yang mana rongga tersebut harus tidak terisi beton, harus ditutupi bahan lain yang mudah dilepas nantinya setelah pelaksanaan pengecoran beton.

Pengujian mutu beton ditentukan melalui pengujian sejumlah benda uji kubus beton 15 x 15 x 15 cm atau silinder sesuai standar dalam PBI— Pemborong bertanggung jawab sepenuhnya terhadap biaya pengujian beton dan biaya yang ditimbulkan akibat tidak dapat diterimanya mutu beton tersebut.

Pemeriksaan Lanjutan Pengawas dapat meminta pemeriksaan lanjutan yang dilakukan dengan menggunakan concrete gun atau kalau perlu dengan core drilling untuk meyakinkan penilaian terhadap kualitas beton yang sudah ada. Biaya pekerjaan serupa ini sepenuhnya menjadi tanggungan Pemborong. Beton setelah dicor harus dilindungi terhadap preoses pengeringan yang belum saatnya dengan cara mempretahankan kondisi dimana kehilangan kelembaban adalah minimal dan suhu yang konstan dalam jangka waktu yang diperlukan untuk preoses hydrasi semen serta pengerasan beton.

Perawatan beton segera dimulai setelah pengecoran beton selesai dilaksanakan dan harus berlangsung terus menerus selama paling sedikit 2 dua minggu jika tidak ditentukan lain. Suhu beton pada awal pengecoran harus dipertahankan supaya tidak melebihi 30o C. Dalam jangka waktu tersebut cetakan dan acuan beton pun harus tetap dalam keadaan basah.

Apabila cetakan dan acuan beton dibuka sebelum selesai masa perawatan maka selama sisa waktu tersebut pelaksanaan perawatan tetap dilakukan dengan membasahi permukaan beton terus menerus dengan menutupinya dengan karung-karung basah atau dengan cara lain yang disetujui Pengawas. Cara pelaksanaan perawatan serta alat dipergunakan harus mendapat persetujuan dulu dari Pengawas. Bila penyelesaian pekerjaan, bahan yang digunakan atau keahlian dalam pengerjaan setiap bagian pekerjaan tidak memenuhi persyaratan-persyaratan yang tercantum dalam Persyaratan Teknis, maka bagian pekerjaan tersebut harus digolongkan sebagai cacat pekerjaan.

Semua pekerjaan yang digolongkan demikian harus dibongkar dan diganti sesuai dengan yang dikehendaki oleh Pengawas. Seluruh pembongkaran dan pemulihan pekerjaan yang digolongkan cacat tersebut serta semua biaya yang timbul akibat hal itu. Seluruhnya menjadi tanggungan Pemborong. Posted by.

EL VERDADERO PENSAMIENTO DE PABLO N.T.WRIGHT PDF

peraturan beton bertulang indonesia pbi 1971

.

PANDUAN LENGKAP MENGUASAI SPSS 16 PDF

PERATURAN BETON BERTULANG INDONESIA 1971 PDF

.

Related Articles