KOMITMEN MUSLIM TERHADAP HARAKAH ISLAMIYAH PDF

Pengakuan sebagai seorang Muslim bukanlah klaim terhadap pewarisan,bukan klaim terhadap suatu identitas,juga bukan klaim thd suatu penampilan lahir, melainkan pengakuan untuk menjadi penganut Islam, berkomitmen kepada Islam dan beradaptasi dengan Islam dalam setiap aspek kehidupan. Adapun karakter yang harus dimiliki agar menjadi seorang Muslim sejati adalah sebagai berikut : Pertama: Saya harus mengislamkan akidah saya Akidah seorang Muslim adalah akidah yang benar dan shahih,selaras dengan apa yang terdapat dalam Al-quran dan sunnah Rasulullah Saw. Untuk mengislamkan akidah saya,maka konsekuensinya adalah sebagai berikut: 1. Saya harus mengimani bahwa Al-khaliq Sang maha pencipta tidak menciptakan alam ini secara sia-sia, karena tidak mungkin terjadi Dzat yang menyandang sifat kesempurnaan itu berbuat sia-sia dalam apa yang diciptakan-Nya. Saya harus meyakini bahwa Allah Swt telah mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab untuk mengenalkan manusia kepada pengetahuan tentang Dia, tujuan penciptaan mereka, awal kejadian mereka dan tempat kembali mereka.

Author:Fenririsar Yoshakar
Country:Sierra Leone
Language:English (Spanish)
Genre:Travel
Published (Last):11 May 2009
Pages:308
PDF File Size:3.64 Mb
ePub File Size:10.65 Mb
ISBN:275-1-55375-211-6
Downloads:91794
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Nezragore



Pengakuan sebagai seorang Muslim bukanlah klaim terhadap pewarisan,bukan klaim terhadap suatu identitas,juga bukan klaim thd suatu penampilan lahir, melainkan pengakuan untuk menjadi penganut Islam, berkomitmen kepada Islam dan beradaptasi dengan Islam dalam setiap aspek kehidupan. Adapun karakter yang harus dimiliki agar menjadi seorang Muslim sejati adalah sebagai berikut : Pertama: Saya harus mengislamkan akidah saya Akidah seorang Muslim adalah akidah yang benar dan shahih,selaras dengan apa yang terdapat dalam Al-quran dan sunnah Rasulullah Saw.

Untuk mengislamkan akidah saya,maka konsekuensinya adalah sebagai berikut: 1. Saya harus mengimani bahwa Al-khaliq Sang maha pencipta tidak menciptakan alam ini secara sia-sia, karena tidak mungkin terjadi Dzat yang menyandang sifat kesempurnaan itu berbuat sia-sia dalam apa yang diciptakan-Nya. Saya harus meyakini bahwa Allah Swt telah mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab untuk mengenalkan manusia kepada pengetahuan tentang Dia, tujuan penciptaan mereka, awal kejadian mereka dan tempat kembali mereka.

Saya harus meyakini bahwa tujuan keberadaan manusia ini adalah mengenal Allah Swt. Saya harus meyakini bahwa balasan bagi orang mukmin yang taat adalah syurga sedangkan balasan bagi orang kafir yang bermaksiat adalah neraka. Saya harus meyakini bahwa manusia melaksanakan kebajikan dan kejahatan dengan ikhtiar dan kehendaknya, akan tetapi ia tidak bisa melaksanakan kebaikan kecuali dengan taufik dan pertolongan Allah.

Saya harus meyakini bahwa menetapkan syariat merupakan hak Allah yang tidak boleh dilanggar. Saya harus mengetahui nama-nama dan sifat Allah yang selaras dengan keagungan-Nya. Saya harus bertafakur merenungkan mengenai ciptaan Allah,bukan mengenai Dazt-Nya. Sifat-sifat Allah telah banyak diisyaratkan oleh ayat Alquranul karim dan merupakan sifat-sifat yang dituntut oleh kesempurnaan uluhiyah ketuhanan.

Saya harus beribadah kepada Allah tanpa mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun. Saya takut kepada-Nya dan tidak takut kepada selain-Nya. Saya harus mengingatNya dan senantiasa mengingatNya. Saya harus mencintai Allah dengan kecintaan yang menjadikan hatiku senantiasa merindukan keagunganNya,terlambat kepadaNya sehingga mendorongku untuk senantiasa menambah kebaikan,berkorban dan berjihad dijalan-Nya selama-lamanya.

Saya harus bertawakal kepada Allah dalam segala keadaan dan menggantungkan diri kepadaNya dalam segala urusan. Saya harus bersyukur kepada Allah Swt atas segala nikmatNya yang tak terhingga serta segala karunia dan rahmatNya yang tidak terhitung. Saya harus beristigfar memohon ampunan Allah dan senantiasa beristigfar. Saya harus menyadari muraqabah pengawasan Allah Swt. Baik dalam keadaan sendiri maupun berada di tengah-tengah manusia. Ia merupakan tangga yang menghubungkan mahluk dengan Khaliq.

Ia juga memilki pengaruh-pengaruh yang mendalam dalam interaksi antar sesame hamba Allah. Untuk mengislamkan ibadahku,maka konsekuensinya adalah sebagai berikut: 1.

Inilah derajat Ihsan dalam beribadah. Ibadahku harus khusyuk,sehingga saya bisa mengahayati kehangatan komunikasi dengan Allah dan nikmatnya kekhusyukan. Dalam beribadah,hati saya harus hadir sepenuh hati ,melepaskan pikiran dari sekelilingku,yaitu segala kesibukan dan keinginan duniawi. Dalam beribadah,saya harus tamak,tidak pernah puas dan rakus,tidak pernah kenyang. Hendaklah saya menyediakan waktu untuk membaca dan merenungkan Alquranul karim khususnya pada waktu fajar.

Doa harus menjadi tangga bagiku untuk memohon kepada Allah dalam setiap keadaan. Ketiga: Saya harus mengIslamkan ahlak saya Berahlak mulia merupakan tujuan pokok dari risalah Islam. Sebagaimana yang ditegaskan oleh Rasulullah Saw. Ahlak mulia merupakan bukti dan buah keimanan.

Keimanan tidak ada nilainya tanpa akhlak. Diantara sifat-sifat yang seyogianya terdapat pada seseorang agar ia berahlak Islami adalah sebagai berikut: 1.

Hendaklah manusia berhati-hati terhadap hal-hal yang diharamkan dan segala syubhat. Menahan pandangan. Hendaklah ia menahan pandangannya dari segala yang diharamkan oleh Allah,karena pandangan itu menimbulkan keinginan dan secara bertahap akan membawa pelakunya untuk melakukan dosa dan kemaksiatan.

Menjaga lidah. Hendaklah ia menjaga lidahnya dari berbicara yang berlebihan ,kata-kata kotor,kalimat-kalimat yang kasar,pembicaraan yang sia-sia,bergunjing dan mengadu domba. Hendaklah ia menjadi seorang yang pemalu dalam segala keadaan,namun sifat pemalunya ini jangan sampai menghalanginya untuk berani dalam kebenaran.

Pemaaf dan sabar. Salah satu sifat paling menonjol yang harus terdapat pada diri seorang muslim adalah sifat pemaaf dan sabar. Ia harus jujur ,tida berdusta,mengatakan yang benar walaupun terhadap diri sendiri,tanpa merasa takut akan celaan orang yang mencela demi mendapat ridha Allah.

Rendah hati. Ia harus bersikap rendah hati ,khususnya terhadap saudara-saudaranya sesama muslim,tanpa membeda-bedakan dalam sikap tersebut antara yang kaya dan yang miskin. Menjauhi prasangka,ghibah dan mencari cela sesama muslim. Dermawan dan pemirah. Hendaklah ia menjadi seorang yang dermawan dan murah hati,siap mengorbankan jiwa dan hartanya di jalan Allah.

Menjadi teladan yang baik. Keempat: Saya harus mengislamkan keluarga dan rumah tangga saya Pengakuan sebagai seorang Muslim harus menjadikan saya sebagai pemilik risalah Islam ini dalam seluruh kehidupan. Bahkan saya harus menjadikan seluruh hidup dikendalikan sesuai dengan ajaran risalah Islam ini.

Itulah jalan yang ditempuh oleh Rasulullah Saw pada saat memulai dakwah. Tanggung jawab pernikahan. Tanggung jawab pascapernikahan. Saya harus bersikap baik dan menghargainya,agar tumbuh kepercayaan antara saya dan dia. Jangan sampai hubungan dengan istriku sebatas hubungan ranjang dan nafsu semata. Tanggung jawab bersama dalam mendidik anak. Pada kenyataannya,kesuksesan pernikahan,pemilihan istri yang shaleha,meleburnya suami-istri dalam wadah Islami;ketiganya berperan besar dalam mendidik anak-anak dengan pendidikan Islam sebagaimana diharapkan.

Pada hakikatnya,buah yang diharapkan dari terbentuknya rumah tangga Muslim adalah memunculkan keturunan yang shaleh. Kelima : Saya harus mengalahkan nafsu saya Manusia senantiasa dalam pergulatan melawan nafsunya,sehingga ia bisa mengalahkan nafsu atau nafsu itu yang mengalahkannya. Sifat-sifat manusia. Ada tipe manusia yang dikalahkan oleh nafsu mereka.

Mereka adalah orang-orang kafir dan siapa saja mengikuti jalan mereka seperti orang-orang yang telah melupakan Allah sehingga Allah menjadikan mereka lupa diri. Ada tipe orang-orang yang bersungguh-sungguh memerangi nafsunya dan melawan keinginannya. Kadang-kadang mereka menang, tetapi kadang-kadang kalah. Mereka kadang berbuat kesalahan, tetapi kemudian bertobat.

Mereka kadang bermaksiat kepada Allah, namun lantas menyesal dan bersitigfar. Perangkat-perangkat untuk memenangkan pertarungan melawan hawa nafsu.

Selama hati dalam keadaan hidup, lembut, jernih, kukuh dan bercahaya. Selama akal memiliki bashirah kebijaksanaan , berpengetahuan, mampu membedakan, dan mencari ilmu yang dapat mendekatkan diri seseorang kepada Allah, serta mengetahui keagungan dan kekuasaan-Nya. Indikasi-indikasi kekalahan ahlak. Sesungguhnya, ketika hati manusia mati atau mengeras, ketika akalnya padam atau meyimpang dan ia kalah dalam peperangannya melawan setan, ketika itu banyak pintu kejahatan didalam dirinya sendiri dan setan mengalir didalam diri anak adam sebagaiman aliran darah.

Sarana-sarana untuk membentengi diri dari masuknya setan. Sikap percaya dan menerima. Takut datangnya kematian. Menyadari akan hilangnya nikmat dan keburukan hisab. Mengingat karunia dan rasa takut kepada akibat yang akan menimpa. Mengenali hak dan kehormatan orang lain.

Menerima dan rela dengan pembagian yang diberikan oleh Allah Swt. Ikhlas h. Rendah hati j. Percaya kepada Allah dan zuhud terhadap apa yang menjadi milik manusia. Keenam : Saya harus yakin bahwa hari esok milik Islam Saya harus yakin bahwa hari esok adalah milik islam dan islam harus menjadi satu-satunya manhaj yang dapat memimpin dan membimbing manusia ke jalan yang benar. Islam merupakan manhaj yang tunggal, integral, mondial, fleksibel, dan robbaniyah sehingga islam akan mampu mengatur kehidupan umat manusia.

Keyakinan saya didorong oleh beberapa hal : 1. Rabbaniyah Manhaj Islam. Manhaj Islam yang bercorak ketuhanan adalah suatu sibghah konsep agama yang menjadikannya terdepan dibandingkan dengan seluruh sistem positif produk manusia dan memiliki spesifikasi unik untuk tetap bertahan dan memberikan manfaat di setiap zaman, tempat, dan di kawasan manapun. Universalitas manhaj islam.

Merupakan perwujudan warna humanisme, konkretisasi dari warna keterbukaan dan kemampuan untuk memikul tanggungjawab keterbukaan ini. Warna ini menjadikannya meninggalkan sentimen sempit terhadap ras, nasionalisme, gender, atau keturunan. Elastisitas Manhaj Islam. Yaitu warna yang memberinya kemampuan untuk menampung segala problema kehidupan yang berubah-ubah, bervariasi, dan bermacam-macam.

Kelengkapan manhaj Islam. Sistem buatan manusia memiliki banyak keterbatasan dalam tataran aplikatifnya. Dasar untuk mengaku sebagai aktivis pergerakan Islam adalah hendaknya pada diri seseorang telah terwujud semua sifat dan karakteristik pengakuannya sebagai Muslim. Inilah yang menjadikan pergerakan Islam memberikan perhatian terhadap kaderisasi, agar muncul individu Muslim yang benar keislamannya, sebelum menyiapkannya sebagai aktivis pergerakan.

Karakteristik yang harus dimiliki oleh setiap Muslim agar pengakuan keislamannya benar, sebagai berikut: Pertama, Saya harus hidup untuk islam Manusia terbagi menjadi tiga golongan: 1.

Golongan yang hidup untuk dunia.

ATEN UCE60 PDF

Komitmen Muslim terhadap Harakah Islamiyah #part2

Sistem pertahanan dan kemiliteran 5. Sistem ekonomi yang independen 6. Sistem pendidikan 7. Sistem keluarga dan rumah tangga yang melahirkan generasi muda muslim sejati 8. Sistem pembinaan individu dan tingkah lakunya 9.

JIS G3459 PDF

Komitmen Muslim terhadap Harakah Islamiyah #part1

May 17, Leave a comment Assalamualaikum. Apa kabar semuanya?? Akhirnya setelah final exam dan lilbur selama 2 minggu di Indonesia, saya kembali lagi :D. Dug dug cess pyuuuut cek cekā€¦ cekidot, hehe maaf sebelumnya kali ini tidak ada gambar.

ELETTRODINAMICA CLASSICA PDF

Qowiyyul Jismi Physical Power Kekuatan jasmani qowiyyul jismi merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang harus ada. Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat atau kuat, apalagi perang di jalan Allah dan bentuk- bentuk perjuangan lainnya. Kesehatan jasmani harus mendapat perhatian seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama daripada pengobatan. Meskipun demikian, sakit tetap kita anggap sebagai sesuatu yang wajar bila hal itu kadang-kadang terjadi, dan jangan sampai seorang muslim sakit-sakitan. Mutsaqqoful Fikri Thinking Brilliantly Intelek dalam berpikir mutsaqqoful fikri merupakan salah satu sisi pribadi muslim yang penting. Di dalam Islam, tidak ada satupun perbuatan yang harus kita lakukan, kecuali harus dimulai dengan aktivitas berpikir.

Related Articles