KLASIFIKASI UDANG GALAH PDF

Sifat-sifat larva уаng umum аdаlаh planktonis, aktif berenang dаn tertarik оlеh sinar tetapi menjauhi sinar matahari уаng tеrlаlu kuat. Cеndеrung berkelompok pada fase larva dаn аkаn semakin menyebar dаn individual serta bentik dеngаn bertambah umur. Panjangnya dapat mencapai 1,5 kali panjang badannya. Pada udang betina kaki tersebut relative kecil аgаk melebar dаn membentuk ruang untuk mengerami telur broodchamber.

Author:Faem Dakus
Country:Egypt
Language:English (Spanish)
Genre:Travel
Published (Last):17 March 2015
Pages:337
PDF File Size:17.83 Mb
ePub File Size:13.3 Mb
ISBN:512-2-30204-677-7
Downloads:47004
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tygole



Spesies : Macrobrachium rosenbergii De Man, Morfologi Udang galah merupakan salah satu jenis udang air tawar dari marga Macrobrachium yang paling banyak dikenal karena memiliki ukuran tubuh yang besar.

Tubuh tersebut terdiri atas ruas-ruas yang ditutupi oleh kulit keras yang tersusun dari zat kitin yang kaku sehingga kulit udang tidak dapat mengikuti pertumbuhan tubuhnya sehingga setiap periode tertentu udang akan melepaskan kulitnya moulting untuk diganti dengan kulit yang baru Khairuman dan Amri, Udang ini mempunyai dua habitat dalam siklus hidupnya jadi udang tersebut tumbuh dan menjadi dewasa pada perairan tawar, namun pada fase larva hidup di air payau.

Pada fase larva akan mengalami sebelas kali pergantian kulit moulting yang diikuti dengan perubahan struktur morfologi, hingga akhirnya bermetamorfosis menjadi juwana juvenil. Sifat-sifat larva yang umum adalah planktonis, aktif berenang dan tertarik oleh sinar tetapi menjauhi sinar matahari yang terlalu kuat.

Cenderung berkelompok pada fase larva dan akan semakin menyebar dan individual serta bentik dengan bertambah umur. Di alam larva udang galah hidup pada salinitas permil.

Menurut Ali di Indonesia spesies Macrobrachium rosenbergii dikenal dengan sebutan udang galah. Badan udang terdiri atas 3 bagian, yaitu kepala dan dada cephalothorax , badan yang bersegmen-segmen abdomen , serta ekor uropoda.

Cephalothoraxdi bungkus oleh kulit keras. Di bagian depan kepala, terdapat suatu lempengan karapas yang bergerigi disebut rostrum. Pada rostrumbagian atas terdapat duri buah dan di bagian bawah rostrum buah. Pada bagian cephalothorax juga terdapat lima pasang kaki jalan. Panjangnya dapat mencapai 1,5 kali panjang badannya. Pada udang betina kaki tersebut relative kecil agak melebar dan membentuk ruang untuk mengerami telur broodchamber. Kaki renang udang galah terdapat dibagian bawah abdomen, jumlahnya lima pasang.

Selain untuk berenang kaki renang pada udang betina juga berfungsi sebagai tempat menempelkan telur-telur. Bagian abdomen terdiri atas lima ruas setiap ruas dilengkapi sepasang kaki renang pleiopoda. Kaki renang pada udang betina agak melebar dan membentuk ruang untuk mengerami telurnya broodchamber. Sementara itu uropoda merupakan ruas terakhir dari ruas tubuh yang kaki renangnya berfungsi sebagai pengayuh atau yang biasa disebut dengan ekor kipas.

Uropoda terdiri atas bagian luar eksopoda bagian dalam endopoda dan bagian ujung yang meruncing telson Khairuman dan Amri, Gambar Udang Galah Macrobrachium rosenbergii Menurut Khairuman dan Amri udang galah memiliki ciri khusus sehingga dapat dibedakan dari udang air tawar lainnya yaitu sebagai berikut : Rostrum udang galah panjang, langsing dan bagian pangkalnya bengkok, gerigi pada rostrum tersusun rata.

Jumlah gerigi bagian atas 12—15 sementara jumlah gerigi bagian bawah 10— Tutup insangnya memiliki garis luar mendatar terutama udang galah yang masih muda. Kulit penutup tubuh pada ruas kedua terletak di atas ruas pertama dan ketiga. Pada udang galah jantan terdapat sepasang kaki jalan yang panjang. Tubuh udang galah berwarna biru kehijauan. Menurut Hadie dan Supriatna secara morfologis dan anatomis udang jantan dapat dibedakan dengan yang betina sebagai berikut : Udang jantan : dapat mencapai ukuran yang lebih besar daripada udang betina.

Pasangan kaki jalan yang kedua tumbuh sangat besar dan kuat bahkan sampai 1,5 x panjang total badannya. Bagian perut lebih ramping dan ukuran pleuron lebih pendek.

Alat kelamin terletak pada basis pasangan kaki jalan kelima dimana pasangan kaki ini terlihat lebih rapat dan lunak. Appendix masculine terletak pada pasangan kaki renang kedua yang merupakan cabang ketiga dari kaki renang tersebut. Udang betina : ukuran tubuh biasanya lebih kecil daripada udang jantan. Pasangan kaki jalan kedua tetap tumbuh lebih besar namun tidak begitu besar dan kuat seperti pada udang jantan. Bagian perut tumbuh melebar, pleuron memanjang sehingga ruangan pada bagian ini lebih dalam.

Bersama-sama dengan kaki renang, ruangan ini merupakan tempat pengeraman telur sehingga secara keseluruhan bentuk tubuhnya membesar pada bagian perut. Jarak antara pangkal pasangan kaki jalan kiri dan kanan setiap pasangan terlihat lebih lebar yang memungkinkan telur dapat berjalan kearah perut. Alat kelamin primer yang disebut gonade terdapat didalam dada atau kepala dada.

Pada udang jantan yang dewasa gonade akan menjadi testes yang berfungsi sebagai penghasil sperma. Sedangkan pada udang betina gonade akan menjadi ovarium indung telur , yang berfungsi untuk menghasilkan telur.

Ovarium yang telah matang akan meluas ke ekor, sperma yang dihasilkan oleh udang jantan pada waktu kawin akan dikeluarkan dalam kantong sperma lendir yang dinamakan spermatopora kantong sperma. Dengan bantuan petasma, spermatopora diletakkan pada udang betina yang dsimpan disitu sampai saatnya peneluran. Apabila udang betina bertelur spermatopora akan pecah dan sel-sel spermanya akan membuahi telur diluar badan induknya. Tingkah Laku Beberapa sifat dan kelakuan daripada udang penting sekali untuk diketahui apabila kita akan memelihara udang.

Apabila kita tidak tahu akan sifat dan kelakuan maka akan membahayakan udang yang akan kita pelihara. Sifat dan Kelakuan Salah satu sifat yang penting perlu kita pertahankan adalah sifat nocturnal yaitu sifat binatang yang aktif mencari makan pada waktu malam. Pada waktu mereka legih suka beristirahat, bila membenamkan diri didalam lumpur maupun menempel pada suatu benda yang menempel membenam dalam air.

Dalam keadaan normal yaitu apabila keadaan lingkungannya cukup baik, udang jarang sekali menampakkan diri pada waktu siang hari. Apabila dalam suatu tambak udang nampak aktif bergerak pada waktu siang ini menunjukkan suatu tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Mungkin karena makannya kurang, kadar garam meningkat, suhu air meningkat, oksigen kurang, ataupun senyawa-senyawa beracun seperti asam sulfida H2S , zat asam arang CO2 , amoniak NH3 dan lain-lain. Sifat Kanibalistis Sifat yang umum pula terdapat pada udang adalah sifat kanibalistis yaitu suatu sifat suka memangsa kawannya atau jenisnya sendiri.

Sifat ini sering timbul pada waktu udang dalam keadaan sehat, tidak sedang molting atau ganti kulit. Sasarannya adalah udang yang sedang berganti kulit. Dalam keadaan kekurangan makanan sifat kanibalistis akan nampak lebih nyata. Sifat demikian ini sudah mulai nampak pada waktu udang masih tingkatan mysis. Untuk menghindari kanibalistis udang-udang yang sedang ganti kulit biasanya mencari tempat untuk bersembunyi. Ganti Kulit molting Udang mempunyai kerangka luar yang keras tidak elastis oleh karena itu untuk tambah menjadi besar, kulit luar tersebut harus dibuang atau diganti dengan kulit yang baru.

Peristiwa ganti kulit ini disebut molting. Udang muda cepat pertumbuhannya sehingga sering berganti kulit. Menjelang ganti kulit garam-garam anorganik dari kulit baru yang masih lunak, terbentuk dibawah kulit. Otot-otot anggota tubuh melepas memungkinkan terlepasnya anggota-anggota tersebut dari kulit lama. Pada waktu kulit baru masih lunak, pertumbuhan yang luar biasanya terjadi dengan menyerp sejumlah besar air.

Dalam pembentukan kulit, yang sekaligus juga merupakan kerangka, unsur kapur atau kalsium Ca sangat diperlukan. Antara metabolisme untuk Ca, pertumbuhan, pengisian kulit dan tekanan osmosis terdapat hubungan yang sangat erat. Oleh karena itu tersedianya unsur Ca, didalam lingkungan hidup udang merupakan syarat utama. Udang yang sedang berganti kulit keadaan tubuhnya sangat lemah oleh karena itu sangat mudah terjadi sasaran kanibalisme atau sasaran binatang-binatang yang memangsanya predator.

Secara alami udang yang sedang berganti kulit selalu berusaha mencari temapt persembunyian. Misalnya bersembunyi didalam pelindung atau menyelinap didalam pelindung. Menurut Hadie apabila diperhatikan tingkah laku dan kebiasaan hidup udang galah, fase dewasa udang galah sebagian besar dijalani didasar perairan tawar dan fase larva bersifat planktonik yang sangat memerlukan air payau.

Udang galah mempunyai habitat perairan umum, misalnya rawa, danau dan sungai berhubungan dengan laut.

Di alam udang galah dapat memijah di daerah air tawar pada jarak km dari muara lalu larvanya terbawa aliran sungai hingga ke laut. Larva yang menetas dari telur paling lambat hari harus mendapatkan air payau. Udang galah pada stadia juvenil sampai dewasa menempati habitat air tawar dan pada stadia naupli sampai dengan post larva menempati habitat air payau dengan salinitas antara promil.

Siklus Hidup Menurut Hadie dan Hadie , udang galah dewasa akan memijah dan bertelur di air tawar. Sejak telur dibuahi hingga menetas diperlukan waktu hari. Larva yang baru menetas memerlukan air payau sebagai lingkungan hidupnya.

Apabila dalam jangka waktu 3 — 5 hari sesudah menetas tidak mendapatkan air payau sebagian besar larva akan mati. Sejak stadia pertama hingga stadia pasca larva memerlukan air payau dengan kadar garam promil.

Mulai telur menetas hingga metamorfosis menjadi pascalarva, terjadi 11 kali ganti kulit. Perubahan bentuk secara morfologis yang nyata ada 8 kali 8 stadia.

Pada stadia mengalami 5 kali ganti kulit sedangkan pada stadia mengalami 6 kali pergantian kulit. Dari masa telur menetas hingga menjadi pasca larva diperlukan waktu maksimal 45 hari. Sesudah menjadi juwana sudah menyerupai morfologi udang dewasa udang dapat hidup pada air tawar. Walaupun demikian juwana juvenil dapat hidup dan tumbuh pada lingkungan dengan salinitas 10 promil.

Udang galah pada stadia juvenil sampai dewasa menempati habitat air tawar dan pada stadia naupli sampai dengan post larva menempati habitat air payau dengan salinitas antara permil. Dalam perkawinan udang galah terjadi di lingkungan air tawar, telur yang terbuahi diletakkan dibawah perut induk betina dan disangga oleh kaki renangnya. Induk udang ukuran 50 gram dapat dihasilkan telur antara Telur tersebut akan dilepas dilingkungan air payau setelah hari sejak pembuahan.

Adapun lingkungan yang cocok untuk penetasan udang galah adalah air payau dengan salinitas permil. Telur yang telah menetas untuk selanjutnya tumbuh menjadi dewasa sejalan dengan menurunnya nilai salinitas sampai ke air tawar seluruhnya. Udang ini pada stadia nauplii sampai dengan post larva adalah pemakan plankton dan lebih menyukai zooplankton, disamping itu juga sebagai pemakan detritus.

Udang galah dewasa adalah pemakan segala makanan yang dijumpainya. Dalam keadaan yang tidak cukup tersedia makanan, udang ini dapat bersifat kanibal yaitu memakan sesama udang galah yang dalam keaadan lemah pada saat pergantian kulit.

Maskur, dkk. Sistem Pencernaan Makanannya berupa bangkai atau tumbuhan dan hewan lain. Alat pencernaan makanannya terdiri atas tiga bagian, yaitu : tembolok, lambung otot, dan lambung kelenjar.

Di dalam perut Crustacea terdapat gigi-gigi kalsium yang teratur berderet secara longitudinal. Selain gigi kalsium ini terdapat pula batu-batu kalsium gastrolik yang berfungsi mengeraskan eksoskeleton rangka luar setelah terjadi eksdisis penegelupasan kulit.

Urutan pencernaan makanannya dimulai dari mulut, kerongkongan esofagus , lambung ventrikulus , usus dan anus.

BOOKSTATS 2011 PDF

KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI UDANG GALAH

Specific name: rosenbergii Scientific name: - Macrobrachium rosenbergii Badan udang galah terdiri ruas-ruas yang ditutup dengan kulit keras, tak elastis dan terdiri dari zat chitin. Badan udang galah terdiri dari tiga bagian yaitu bagian kepala dada Cephalothiorax , badan abdomen dan ekor uropoda. Bagian cephalothorax dibungkus oleh kulit keras yang disebut carapace. Pada bagaian depan terdapat tonjolan yang bergerigi disebut rostrum. Secara taksonomi rostrum mempunyai fungsi sebagai penunjuk jenis species. Ciri khusus udang galah yang membedakan dengan jenis udang lainnya adalah bentuk rostrum yang panjang dan melengkung seperti pedang dengan jumlah gigi bagian atas buah dan gigi bawah buah.

CARTOMAGIA FACIL FLORENSA PDF

Klasifikasi Dan Morfologi Udang Galah

Spesies : Macrobrachium rosenbergii De Man, Morfologi Udang galah merupakan salah satu jenis udang air tawar dari marga Macrobrachium yang paling banyak dikenal karena memiliki ukuran tubuh yang besar. Tubuh tersebut terdiri atas ruas-ruas yang ditutupi oleh kulit keras yang tersusun dari zat kitin yang kaku sehingga kulit udang tidak dapat mengikuti pertumbuhan tubuhnya sehingga setiap periode tertentu udang akan melepaskan kulitnya moulting untuk diganti dengan kulit yang baru Khairuman dan Amri, Udang ini mempunyai dua habitat dalam siklus hidupnya jadi udang tersebut tumbuh dan menjadi dewasa pada perairan tawar, namun pada fase larva hidup di air payau. Pada fase larva akan mengalami sebelas kali pergantian kulit moulting yang diikuti dengan perubahan struktur morfologi, hingga akhirnya bermetamorfosis menjadi juwana juvenil. Sifat-sifat larva yang umum adalah planktonis, aktif berenang dan tertarik oleh sinar tetapi menjauhi sinar matahari yang terlalu kuat. Cenderung berkelompok pada fase larva dan akan semakin menyebar dan individual serta bentik dengan bertambah umur. Di alam larva udang galah hidup pada salinitas permil.

AF988 LEAVE FORM PDF

.

FREDDY KALTENBORN PDF

.

Related Articles