ISO 31004 PDF

Technical report ini dapat digunakan bagi organisasi yang ingin menerapkan ISO sebagai standar manajemen risikonya. Mandate and commitment: Untuk bisa meyakinkan top management, diperlukan business plan, gap analysis, skala kebutuhan organisasi, dan identifikasi konteks organisasi Perancangan framework: Perancangan dimulai dengan melihat manajemen risiko yang sudah ada dan diimplementasikan pada organisasi. Manajemen risiko sebelumnya harus dievaluasi, termasuk evaluasi konteks dan kultur. Persyaratan perancangan harus diidentifikasi seperti batasan, tujuan, target, sumber, pengukuran, dan monitoring Implementasi manajemen risiko: Perencanaan mendetail mengenai implementasi manajemen risiko. Perencanaan ini harus didukung oleh sejumlah sumber daya yang dimiliki organisasi Monitor dan review: Perlu adanya laporan kemajuan implementasi dan pengukuran terhadap performansi kinerja manajemen risiko yang sudah diterapkan. Penilaian yang dilakukan secara rutin perlu dilakukan untuk memperbaiki manajemen risiko terdahulu Perbaikan berkelanjutan: Framework manajemen risiko dan prosesnya harus ditinjau untuk melihat jika perancangan dan implementasinya memenuhi prinsip-prinsip manajemen risiko.

Author:Kagalkree JoJora
Country:Saint Kitts and Nevis
Language:English (Spanish)
Genre:Technology
Published (Last):1 May 2007
Pages:395
PDF File Size:1.33 Mb
ePub File Size:13.59 Mb
ISBN:622-6-76312-729-2
Downloads:71551
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Arara



Introduction 0. General Organisasi menggunakan berbagai macam metoda untuk mengelola dampak yang ditimbulkan oleh ketidakpastian. Dampak ketidakpastian dari ketidakpastian ini disebut dengan risiko. Risiko memengaruhi tercapainya obyektif-obyektif organisasi sehingga risiko ini harus di-deteksi, dipahami, dan dimodifikasi. Seperti yang telah diketahui, ISO menyediakan pendekatan umum mengenai risk management yang dapat digunakan oleh organisasi untuk mencapai obyektif-obyektif organisasi.

Pihak-pihak tersebut antara lain pihak yang mengatur governace organisasi dan pihak yang memberikan konseling serta dukungan terhadap proses risk management. Standar ini harus digunakan bersamaan dengan ISO Standar ini juga menyediakan cara agar risk management yang diimplementasikan di organisasi dapat beradaptasi seiring dengan berubahnya lingkungan eksternal dan internal organisasi.

Contoh implementasi aspek-aspek ISO beserta penjelasannya dapat dilihat selengkapnya di bagian annex. ISO menyebuntukan sebelas prinsip yang harus diikuti agar risk management menjadi efektif. Tepatnya, prinsip-prinsip ini digunakan sebagai indikator performansi tingkat efektivitas risk management. Prinsip-prinsip ini juga digunakan sebagai basis dalam proses transisi risk management yang dilakukan oleh organisasi agar searah dengan ISO Standar ini juga dapat diimplementasikan di situasi yang memiliki risiko yang bervariatif, baik itu bersifat threat atau opportunity.

Implementation of ISO 2. General Bagian ini berisi pedoman tentang hal-hal yang perlu dilakukan oleh organisasi agar pendekatan dan praktik-praktik risk management miliknya selaras dengan ISO secara kontinyu. Dengan demikian, organisasi dapat menentukan risk attitude dan kriteria risiko yang tepat. ISO menjelaskan elemen-elemen pembangun framework risk management. Terdapat beberapa keuntungan yang dapat diperoleh ketika elemen-elemen ini diintegrasikan dengan governance, fungsi-fungsi, dan proses-proses organisasi.

How to implement ISO ISO tidak menjelaskan cara mengintegrasikan risk management, atau lebih tepatnya framework risk management, ke dalam proses manajemen organisasi. Proses integrasi ini dapat dilakukan dengan mengimplementasikan metodologi umum, seperti yang telah dijelaskan pada bagian 2.

Secara singkat, penjelasan tentang metodologi umum dapat dideskripsikan sebagai berikut : 1 menentukan apakah perubahan perlu dilakukan terhadap struktur manajemen yang dimiliki oleh organisasi saat ini; 2 merencanakan dan mengimplementasikan perubahan; dan 3 melakukan proses monitoring terhadap tingkat efektivitas dari perubahan struktur manajemen yang dilakukan. Dengan mengintegrasikan framework risk management ke dalam proses manajemen organisasi, organisasi dapat memenuhi keempat hal berikut : menyesuaikan aktivitas-aktivitas risk management milik organisasi dengan prinsip-prinsip ISO klausa 3 Principles; mengaplikasikan proses risk management sesuai ISO klausa 5 Process; memenuhi atribut-atribut risk management sesuai ISO Annex A.

General ISO menyediakan framework risk management. Framework ini perlu diintegrasikan dengan pendekatan manajemen yang dilakukan oleh organisasi, termasuk aktivitas-aktivitas, proses-proses, dan fungsi-fungsi yang dimiliki oleh organisasi. Organisasi dapat memilih untuk mengintegrasikan konsep-konsep ISO ke dalam proses yang telah dimilikinya atau mendesain sendiri pendekatan manajemennya yang baru dengan basis ISO Penjelasan mengenai integrasi framework risk management ini lebih ditekankan pada struktur manajemen dan prosesnya.

Terdapat beberapa cara untuk mengintegrasikan ISO ke dalam organisasi. Namun, hal yang harus diingat adalah pilihan cara integrasi ISO tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan organisasi atau stakeholder. Mandate and commitment Setiap aktivitas manajemen dimulai dengan melakukan analisis di setiap tahap proses risk manajemen, dan analisis cost-benefit. Setelah melakukan ketiga analisis ini, langkah selanjutnya adalah pengambilan keputusan oleh top management dan stakeholder tentang komit-men dan resource.

Knowing the structure 2. Pendekatan risk management yang dimiliki oleh organisasi saat ini harus dievaluasi, termasuk konteks dan budaya organisasi. Kriteria risiko harus disesuaikan dengan obyektif-obyektif dan risk attitude organisasi.

Apabila obyektif organisasi berubah, kriteria risiko juga harus berubah menyesuaikan obyektif organisasi tersebut. Ketika ingin mendesain struktur risk management yang baru, hal-hal yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut : prinsip-prinsip serta atribut-atribut risk management yang dijelaskan pada ISO ; membandingkan struktur risk management yang ingin diganti dengan ketentuan-ketentuan ISO klausa 4.

Identifikasi struktur risk management saat ini. Sesuai dengan penjelasan yang telah diberikan pada bagian 2.

Organisasi harus mengembangkan, mendokumentasikan, dan mengomunikasikan struktur risk management. Struktur risk management harus sesuai dengan peraturan-peraturan internal, pedoman-pedoman, dan permodelan-permodelan yang dianut oleh organisasi sehingga struktur risk management yang digunakan merefleksikan budaya dan konteks organisasi. Komunikasi dan mekanisme pelaporan dengan pihak eksternal dan internal organisasi yang terkait dengan struktur risk management harus dilakukan.

Implementation of risk management Rencana pengimplementasian risk management harus detil untuk menjamin perubahan yang dilakukan sesuai dengan urutan dan resource yang dibutuhkan tersedia. Progres dari implementasi risk management harus dapat dilacak dan dilaporkan ke top management dan stakeholder.

Proses review berupa analisis terhadap desain risk management yang diimplementasikan juga harus dilakukan secara periodik. Dengan demikian, berdasarkan penjelasan di atas, rencana pengimplementasian risk management harus meliputi beberapa hal berikut ini. Monitoring and review Pengimplementasian rencana risk management harus diidentifikasi, dianalisis, dan dilaporkan ke stakeholder secara berkala setiap bulan, triwulan, caturwulan, atau rentang waktu lainnya. Laporan mengenai progres risk management harus dinilai assess secara reguler.

Progres risk management harus ditentukan tingkat performansinya dengan cara membandingkan progres risk management tersebut terhadap kriteria proses review yang telah ditentukan. Proses review terhadap strategi pengimplementasian risk management harus dilakukan. Selain itu, pengukuran terhadap progres, konsistensi, dan deviasi terkait strategi pengimplementasian risk management juga harus dilakukan.

Masalah-masalah yang muncul ketika proses monitoring dilakukan harus segera dilaporkan kepada pihak-pihak yang memiliki akuntabilitas atas masalah tersebut.

Continuous improvement Framework dan proses risk management harus analisis secara kritis sebagai bentuk evaluasi apakah desain risk management yang dibuat menambahkan value bagi organisasi atau tidak. Apabila hasil dari analisis ini dan hasil monitoring mengharuskan adanya perbaikan terhadap desain risk management, perbaikan ini harus segera dilakukan. Post navigation.

CATALOGO BUFFETTI 2013 PDF

ISO/TR 31004:2013 Risk management – Guidance for the implementation of ISO 31000

N Organisasi menggunakan berbagai metode untuk mengatasi dampak ketidakpastian dalam tujuannya, salah satunya adalah dalam mengatur risiko untuk mendeteksi dan memahami risiko, serta memodifikasinya apabila dibutuhkan. ISO ditujukan untuk membantu organisasi meningkatkan efektivitas usahanya dalam melakukan manajemen risiko sesuai dengan ISO ISO menyediakan pendekatan manajemen risiko secara umum yang dapat diterapkan terhadap seluruh organisasi untuk membantu pencapaian tujuannya. Selain itu standar internasional ini ditujukan untuk digunakan oleh pihak-pihak dalam organisasi dalam mengambil keputusan yang mempengaruhi ketercapaian tujuannya, termasuk pihak yang berhubungan dalam pembuatan kebijakan dan pelaksanaan konsultasi dan layanan pendukung dalam manajemen risiko.

INTRUDERS BUDD HOPKINS PDF

ISO/TR 31004:2013 – Risk management – Guidance for the implementation of ISO 31000

Main article: Risk One of the key paradigm shifts proposed in ISO is a controversial change in how risk is conceptualised and defined. Under both ISO and ISO Guide 73, the definition of "risk" is no longer "chance or probability of loss", but "effect of uncertainty on objectives" A similar definition was adopted in ISO Quality Management System Standard [9] , in which risk is defined as, "effect of uncertainty. Likewise, a broad new definition for stakeholder was established in ISO , "Person or persons that can affect, be affected by, or perceive themselves to be affected by a decision or activity. Whereas the initial Standards Australia approach provided a process by which risk management could be undertaken, ISO addresses the entire management system that supports the design, implementation, maintenance and improvement of risk management processes. Implementation[ edit ] The intent of ISO is to be applied within existing management systems to formalize and improve risk management processes as opposed to wholesale substitution of legacy management practices.

AUSLANDSPAUSCHALEN 2015 PDF

PD ISO/TR 31004:2013

.

ENCONTRANDOTE NS LUNA PDF

ISO/TR 31004:2013

.

Related Articles