IBNU MISKAWAIH PDF

Riwayat Singkat Ibnu Maskawaih Ibnu Miskawaih adalah salah seorang cendekiawan Muslim yang berkonsentrasi pada bidang filsafat akhlak. Ibnu Miskawaih lebih dikenal sebagai filsuf akhlak daripada sebagai cendekiawan muslim yang ahli dalam bidang kedokteran, ketuhanan, maupun agama [3]. Dia adalah orang yang paling berjasa dalam mengkaji akhlak secara ilmiah. Bahkan pada masa dinasti Buwaihi, dia diangkat menjadi sekretaris dan pustakawan. Dulu sebelum masuk Islam, Ibnu Miskawaih adalah seorang pemeluk agama Magi, yakni percaya kepada bintang-bintang [4]. Riwayat Pendidikan Ibnu Miskawaih Riwayat detail mengenai riwayat pendidikan Ibn Maskawaih tidak diketahui dengan jelas.

Author:Daigami JoJogami
Country:Pakistan
Language:English (Spanish)
Genre:Marketing
Published (Last):5 June 2006
Pages:164
PDF File Size:1.96 Mb
ePub File Size:17.80 Mb
ISBN:178-6-83986-640-9
Downloads:80362
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Saran



Posted by Unknown on Oleh: Gasmin, S. Ibnu Miskawaih hidup pada masa dinasti Buwaihi H. Namanya diambil dari nama kakeknya yang semula beragama majusi persi kemudian masuk Islam, gelarnya Abu Ali dan al-Khazain yang artinya bendahara, dari segi latar belakang pendidikannya tidak ditemukan data sejarah yang rinci.

Ibnu Miskawaih adalah seorang ahli sejarah yang pemikirannya sangat cemerlang, dialah ilmuan Islam yang paling terkenal dan yang pertama kali menulis filsafat akhlak. Ia mampu memperoleh informasi dari sumber aslinya. Dia juga sangat memahami model administrasi dan strategi peperangan sehingga dengan mudah menuliskan berbagai peristiwa secara jelas, dia juga menguasai berbagai manuver politik dengan baik.

Adapula yang mengatakan bahwa Ibnu Miskawaih mula-mula beragama majusi, kemudian masuk Islam seperti yang dikemukakan Yaqut dalam buku terjemahan M. M Syarif M.

A, tetapi hal ini mungkin benar bagi ayahnya karena seperti yang tercermin pada namanya Muhammad adalah putra seorang muslim. Jumlah buku dan artikel yang berhasil ditulis oleh Ibn Miskawaih ada 41 buah.

Menurut Ahmad Amin, semua karya Ibn Miskawaih tersebut tidak luput dari kepentingan filsafat akhlak, sehubungan dengan itu tidak mengherankan jika Ibn Miskawaih selanjutnya dikenal sebagai moralis. Abu Manshur al-tsalabi H menerangkan bahwa Ibnu Miskawaih adalah pribadi mulia yang penuh keutaman, halus budi, ahli sastra, ahli Balaghah, ulet dan penyair.

Ia dikenal sebagai sejarawan, sastrawan, tabib, ahli bahasa, dan seorang filosof yang pertama kali menciptakan ilmu al-Akhlak.

Konsep Pendidikan Ibn Miskawaih A. Dasar Pemikiran Terdapat sejumlah pemikiran yang mendasari pemikiran Ibn Miskawaih dalam bidang pendidikan. Pemikiran tersebut antara lain: 1. Konsep Manusia Sebagaimana para filososof lainnya Ibn Miskawaih memandang manusia sebagai makhluk yang memiliki macam-macam daya.

Sesuai dengan pemahaman tersebut diatas, unsur ruhani berupa an-nafs al-bahimyyat dan an-nafs as-sabuiyyat berasal dari unsur materi, sedangkan an-nafs an-natbiqat berasal dari ruh Tuhan. Karena Ibn Miskawaih berpendapat bahwa kedua an-nafs yang berasal dari materi akan hancur bersama hancurnya badan dan an-nafs an-natbiqat tidak akan mengalami kehancuran. Dengan demikian Ibn Miskawaih melihat bahwa manusia terdiri dari unsur jasad dan ruhani yang antara satu dan lainnya saling berhubungan.

Konsep Akhlak Pemikiran Ibn Miskawaih dalam bidang akhlak termasuk salah satu yang mendasari konsepnya dalam bidang pendidikan. Konsep akhlak yang ditawarkan berdasar pada doktrin jalan tengah, Ibn Miskawaih secara umum memberi pengertian pertengahan jalan tengah tersebut antara lain dengan keseimbangan, moderat, harmoni, utama, mulia, atau posisi tengah antara dua ekstrem. Akan tetapi ia tampak cenderung berpendapat bahwa keutamaan akhlak secara umum diartikan sebagai posisi umum antara ekstrem berlebihan dan ekstrem kekurangan masing-masing jiwa manusia.

Dari sini terlihat bahwa Ibn Miskawaih memberi tekanan yang lebih untuk pertama kali buat pribadi, seperti telah dijelaskan sebelumnya, jiwa manusia ada tiga, yaitu: jiwa al-bahimiyyah, al-ghadabiyah dan an-natbiqah. Sedangkan posisi tengah dari jiwa an-natbiqah adalah al-hikmah yaitu kebijaksanaan, adapun perpaduan dari ketiga posisi tengah tersebut adalah keadilan dan keseimbangan. Namun demikian menurut penilaian Abd al-Halim Mahmud dan Al-Ghazali, bahwa spirit doktrin jalan tengah ini sejalan dengan ajaran Islam.

Al-Furqan [7] Ayat-ayat tersebut memperlihatkan bahwa sikap pertengahan merupakan sikap yang sejalan dengan ajaran Islam. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa doktrin jalan tengah ternyata tidak hanya memiliki nuansa dinamis tetapi juga fleksibel. Oleh karena itu, doktrin dapat terus menerus berlaku sesuai dengan tantangan zamannya tanpa menghilangkan nilai-nilai esensial dari pokok keutamaan akhlak. Jadi dengan menggunakan doktrin jalan tengah, manusia tidak akan kehhilangan arah dalam kondisi apapun juga.

Konsep Pendidikan Ibnu Miskawaih membangun konsep pendidikan yang bertumpu pada pendidikan akhlak. Karena dasar pendidikan Ibn Miskawaih dalam bidang akhlak, maka konsep pendidikan yang dibangunnya pun adalah pendidikan akhlak. Menurut Ibnu Miskawaih dasar pendidikan: Pertama, syariat, Ibnu Miskawaih tidak menjelaskan secara pasti tentang dasar pendidikan.

Oleh karena itu, prinsip syariat harus diterapkan dalam proses pendidikan, yang meliputi aspek hubungan manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesamanya dan manusia dengan makhluk lainnya. Kedua, Psikologi. Menurut Ibnu Miskawaih, antara pendidikan dan pengetahuan tentang jiwa erat kaitannya. Itu semua tidak akan tercapai kecuali dengan mengetahui jiwa lebih dahulu. Jika jiwa dipergunakan dengan baik, maka manusia akan sampai kepada tujuan yang tertinggi dan mulia serta akhlak mulia.

Maka dari itu, jiwa merupakan landasan yang penting bagi pelaksanaan pendidikan. Pendidikan tanpa pengetahuan psikologi laksana pekerjaan tanpa pijakan. Dengan demikian teori psikologi perlu diaplikasikan dalam proses pendidikan.

Dalam hal ini Ibnu Miskawaih adalah orang yang pertama kali melandaskan pendidikan kepada pengetahuan psikologi. Ia adalah perintis psikologi pendidikan dan konsep pendidikan akhlak dari Ibn Miskawaih dikemukakan sebagaiberikut: 1. Materi Pendidikan Akhlak Pada materi pendidikan Ibn Miskawaih ditujukan agar semua sisi kemanusiaan mendapatkan materi didikan yang memberi jalan bagi tercapainya tujuan pendidikan.

Materi-materi yang dimaksud diabdikan pula sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT. Ibnu Miskawaih menyebutkan tiga hal yang dapat dipahami sebagai materi pendidikan akhlaknya yaitu: Hal-hal yang wajib bagi kebutuhan tubuh manusia, Hal-hal yang wajib bagi jiwa dan Hal-hal yang wajib bagi hubungannya.

Tujuan pendidikan akhlak yang dirumuskan Ibn Miskawaih memang terlihat mengarah kepada terciptanya manusia agar sebagai filosof. Karena itu Ibn Miskawaih memberikan uraian tentang sejumlah ilmu yang dapat dipelajari agar menjadi seorang filosuf.

Ilmu tersebut ialah:Matematika, Logika dan Ilmu kealaman. Jadi, jika dianalisa dengan secara seksama, bahwa berbagai ilmu pendidikan yang diajarkan Ibn Miskawaih dalam kegiatan pendidikan seharusnya tidak diajarkan semata-mata karena ilmu itu sendiri atau tujuan akademik tetapi kepada tujuan yang lebih pokok yaitu akhlak yang mulia.

Dengan kata lain setiap ilmu membawa misi akhlak yang mulia dan bukan semata-mata ilmu. Semakin banyak dan tinggi ilmu seseorang maka akan semakin tinggi pula akhlaknya. Menurutnya, orang tua tetap merupakan pendidik yang pertama bagi anak-anaknya karena peran yang demikian besar dari orang tua dalam kegiatan pendidikan, maka perlu adanya hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak yang didasarkan pada cinta kasih.

Kecintaan anak didik terhadap gurunya menurut Ibn Miskawaih disamakan kedudukannya dengan kecintaan hamba kepada Tuhannya, akan tetapi karena tidak ada yang sanggup melakukannya maka Ibn Miskawaih mendudukan cinta murid terhadap gurunya berada diantara kecintaan terhadap orang tua dan kecintaan terhadap Tuhan.

Seorang guru menurut Ibn Miskawaih dianggap lebih berperan dalam mendidik kejiwaan muridnya dalam mencapai kejiwaan sejati. Guru sebagai orang yang dimuliakan dan kebaikan yang diberikannya adalah kebaikan illahi. Dengan demikian bahwa guru yang tidak mencapai derajat nabi, terutama dalam hal cinta kasih anak didik terhadap pendidiknya, dinilai sama dengan seorang teman atau saudara, karena dari mereka itu dapat juga diproleh ilmu dan adab.

Cinta murid terhadap guru biasa masih menempati posisi lebih tinggi daripada cinta anak terhadap orang tua, akan tetapi tidak mencapai cinta murid terhadap guru idealnya. Jadi posisi guru dapat juga diperoleh ilmu dan adab.

Adapun yang dimaksud guru biasa oleh Ibn Miskawaih adalah bukan dalam arti guru formal karena jabatan, tetapi guru biasa memiliki berbagai persyaratan antara lain: bisa dipercaya, pandai, dicintai, sejarah hidupnya tidak tercemar di masyarakat, dan menjadi cermin atau panutan, dan bahkan harus lebih mulia dari orang yang dididiknya.

Perlu hubungan cinta kasih antara guru dan murid dipandang demikian penting, karena terkait dengan keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Kegiatan belajar mengajar yang didasarkan atas cinta kasih antara guru dan murid dapat memberi dampak positif bagi keberhasilan pendidikan.

Kondisi demikian akan trcipta apabila sesame manusia saling mencintai. Setiap pribadi merasa bahwa kesempurnaan dirinya akan terwujud karena kesempurnaan yang lainnya. Jika tidak demikian, maka kebahagiaan tidak dapat dicapai dengan sempurnah. Atas dasar itu, maka setiap induvidu mendapati posisi sebagai salah satu anggota dari seluruh anggota badan. Manusi menjadi kuat dikarenakan kesempurnaan anggota-anggota badannya. Metodologi Pendidikan Metodologi Ibn Miskawaih sasarannya adalah perbaikan akhlak, metode ini berkaitan dengan metode pendidikan akhlak.

Ibn Miskawaih berpendirian bahwa masalah perbaikan akhlak bukanlah merupakan bawaan atau warisan melainkan bahwa akhlak seorang dapat diusahakan atau menerima perubahan yang diusahakan. Maka usaha-usaha untuk mengubahnya diperlukan adanya cara-cara yang efektif yang selanjutnya dikenal dengan istilah metodologi. Terdapat beberapa metode yang diajukan Ibn Miskawaih dalam mencapai akhlak yang baik.

Metode ini ditemui pula karya etika para filosof lain seperti halnya yang dilakukan Imam Ghazali, Ibn Arabi, dan Ibn Sina. Metode ini termasuk metode yang paling efektif untuk memperoleh keutamaan jiwa. Kedua, dengan menjadikan semua pengetahuan dan pengalaman orang lain sebagai cermin bagi dirinya.

Adapun pengetahuan dan pengalaman yang dimaksud dengan pernyataan ini adalah pengetahuan dan pengalaman berkenaan dengan hukum-hukum akhlak yang berlaku bagi sebab munculnya kebaikan dan keburukan bagi manusia. Dengan cara ini seorang tidak akan hanyut ke dalam perbuatan yang tidak baik karena ia bercermin kepada perbuatan buruk dan akibatnya yang dialami orang lain.

Manakala ia mengukur kejelekan atau keburukan orang lain, ia kemudian mencurigai dirinya bahwa dirinya juga sedikit banyak memiliki kekurangan seperti orang tersebut, lalu menyelidiki dirinya. Dengan demikian, maka setiap malam dan siang ia akan selalu meninjau kembali semua perbuatannya sehingga tidak satupun perbuatannya terhindar dari perhatiannya.

Karenanya, karya-karya yang dihasilkan adalah kebanyakan bercerita masalah pendidikan, pengajaran, etika yang utama, dan metode-metode yang baik semua masalah tersebut. Adapun karya-karyanya: 1. Kitab ini disusun sebagai hadiah bagi ibn al-Amid. Kitab Jawidan khard, sebuah kitab Persia yang berisi tentang hikmah hikmah dan sastra. Tajarib al-umam, sebuah kitab sejarah. Kitab uns al-farid, sebuah kitab ringkasan yang didalamnya dibahas kisah-kisah,syair-syair, hikmah-hikmah, dan perumpamaan-perumpamaan.

Kitab al mustwfa, sebuah kitab berisi syair-syair pilihan. KESIMPULAN Ada beberapa prediksi yang dilekatkan pada ibnu Miskawaih, yaitu ahli bahasa dan sastra, penyair, intelektual profesional, seorang hakim yang bijak, sejarawan, filosof etika dan sastra, dan sufi. Ibn Miskawaih dikenal sebagai filosof etika dalam Islam. Karenanya, karya-karya yang dihasilkan adalah kebanyakan bercerita masalah pendidikan, pengajaran, etika yang utama.

Terdapat sejumlah pemikiran yang mendasari konsep ibn miskawaih dalam bidang pendidikan. Konsep Manusia Menurutnya dalam diri manusia ada tiga daya yaitu: daya bernafsu sebagai daya terendah, daya berani sebagai daya pertengahan daya berfikir sebagai daya tertinggi.

Konsep akhlaq yang ditawarkan beradasar pada doktrin jalan tengah secara global Ibnu Miskawaih membagi materi pendidikan akhlaq sebagai berikut: pertama, hal-hal yang wajib bagi kebutuhan tubuh manusia. Kedua, hal-hal yang wajib bagi jiwa. Metode yang diajukan ibn Miskawaih dalam mencapai akhlaq yang baik. Pertama, adanya kemauan yang sungguh-sungguh untuk berlatih terus menerus dan menahan diri al-adat wa al-jihad untuk memperoleh keutamaan dan kesopanan yang sebenarnya sesuai dengan keutamaan jiwa.

Kedua, dengan menjadikan semua pengetahuan dan pengalaman orang lain sebagai cermin bagi dirinya, adapun pengetahuan dan pengalaman yang dimaksud dalam pernyataan ini adalah pengetahuan dan pengalaman yang berkenaan dengan hukum-hukum akhlaq yang berlaku bagi sebab munculnya kebaikan dan keburukan bagi manusia.

Manahij al-Bahs al-Khuluqi fi al-Fikr al-Islami. Tahzib al-Akhlak. Falsafat al-Akhlak fi al-Islam. Kairo: Muassasat al-Khanji Nata, Abuddin.

SMART SEXY AND SECRETIVE PDF

Ibnu Miskawaih

Membantu mahasiswa untuk dapat mengetahui karya — karya Ibnu Miskawaih. Maskawaih dilahirkan di Ray Teheran sekarang Iran. Morgoliouth menyebutkan tahun H. Abdul Aziz Izzat menyebutkan tahun H.

ENGLISH IS EASY BY CHETANAND SINGH PDF

Latar Belakang Etika dan jiwa merupakan salah satu pokok bahasan dalam filsafat. Etika merefleksikan bagaimana manusia harus hidup agar ia berhasil sebagai manusia. Karena itu tidak mengherankan bahwa hampir semua filsuf besar juga menulis dalam bidang etika. Mengapa etika dan jiwa dibahas dalam filsafat dan disepakati merupakan cabang filsafat, etika dalam cabang filsafat tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak, tetapi tindakan manusia itu, keadaan manusia itu sendiri dimaknai dengan jiwa, berarti etika dan jiwa merupakan dua hal yang saling berkaitan.

LIUGONG B230 PDF

Risalat fi al Lazzat wa al Alam fi Jauhar al Nafs m. Thaharat al Nafs dan lain-lain. Sehubungan dengan itu Ibnu Miskawaih dikenal sebagai moralis. Pemikiran Filsafat Ibnu Miskawaih Sama dengan para tokoh islam yang lain, pemikiran ibnu maskawaih juga sangat bermanfaat untuk manusia pada umunya dan umat Islam pada khususnya. Namun pemikiran beliau adalah: 1. Metafisika a.

ATS48D88Q PDF

Life[ edit ] Miskawayh was born in Rey , then under Ziyarid control. Miskawayh may have been a Zoroastrian convert to Islam , but it seems more likely that it was one of his ancestors who converted. He was fluent enough in Middle Persian to have translated some pre-Islamic texts in that language into Arabic. In , a group of ghazi marched towards the Library of Rey but Miskawayh managed to save it. Some contemporary sources associated him with the Brethren of Purity , claiming that some of his writings were used in the compilation of the Encyclopedia of the Brethren of Purity.

Related Articles