IBNU MASKAWAIH PDF

Latar belakang pendidikannya tidak diketahui secara rinci, cuma sebagian antara lain terkenal memepelajari sejarah dari Abu Bakar Ahmad Ibn Kamil al-Qadhi, mempelajari filsafat dari Ibn al-Akhmar dan mempelajari kimia dari Abi Thayyib. Ibnu Miskawaih pada dasarnya adalah ahli sejarah dan moralis. Ia juga seorang penyair. Kesederhanaannya dalam melayani hawa nafsu, ketegaran dalam menundukan diri yang serakah dan kebijakan dalam mengatur dorongan-dorongan yang tak rasional merupakan pokok-pokok petunjuk ini. Beliau sendiri berbicara tentang perubahan moral dalam bukunya Tahdzid al-Akhlak, yang menunjukan bahwa beliau melaksanakan dengan baik apa yang telah ditulisnya tentang etika.

Author:Dikasa Akinogore
Country:Tunisia
Language:English (Spanish)
Genre:Video
Published (Last):7 February 2013
Pages:422
PDF File Size:15.89 Mb
ePub File Size:9.74 Mb
ISBN:929-8-61908-178-6
Downloads:71833
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Dogul



Latar belakang pendidikannya tidak diketahui secara rinci, cuma sebagian antara lain terkenal memepelajari sejarah dari Abu Bakar Ahmad Ibn Kamil al-Qadhi, mempelajari filsafat dari Ibn al-Akhmar dan mempelajari kimia dari Abi Thayyib. Ibnu Miskawaih pada dasarnya adalah ahli sejarah dan moralis. Ia juga seorang penyair. Kesederhanaannya dalam melayani hawa nafsu, ketegaran dalam menundukan diri yang serakah dan kebijakan dalam mengatur dorongan-dorongan yang tak rasional merupakan pokok-pokok petunjuk ini.

Beliau sendiri berbicara tentang perubahan moral dalam bukunya Tahdzid al-Akhlak, yang menunjukan bahwa beliau melaksanakan dengan baik apa yang telah ditulisnya tentang etika. Kontribusi Ibnu Miskawaih yang terbesar dalam kajian filsafat Islam adalah tentang filsafat moral atau akhlak.

Keberhasilan Ibnu Miskawaih dalam menyusun filsafat moral, mengantarkan Ibnu Miskawaih pada jajaran filosof muslim ternama, dengan mendapat gelar sebagai Bapak Etika Islam.

Pemikiran-pemikiran Ibnu Miskawaih ihwal akhlak atau etika secara gamlang ditulis dalam sebuah karya monumental yaitu kitab Tahdzibul Al-Akhlak wa Tathhir Al-Araq pendidikan budi dan pembersihan watak. Dari uraian diatas penulis menganggap perlu adanya suatu pembahasan tentang pemikiran Ibnu Miskawaih tentang pendidikan akhlak. Rumusan Masalah Dari latar belakang diatas, permasalahan yang akan dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut: 1.

Bagaimana struktur eksistensial manusia menurut Ibnu Miskawaih? Bagaimana pokok keutamaan akhlak menurut Ibnu Miskawaih? Bagaimana komponen-komponen pendidikan akhlak: tujuan, materi, pendidik dan peserta didik, lingkungan, metode dan evaluasi menurut Ibnu Miskawaih?

Tujuan Manfaat yang diharapkan dari makalah ini adalah: 1. Bagi penulis merupakan alat untuk mengembangkan diri sebagai manusia yang berakhlak. Bagi pembaca dapat dijadikan sebagai pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap pentingnya pendidikan akhlak.

Struktur Eksistensial Manusia Ibn Miskawaih memandang manusia adalah makhluk yang memiliki keistimewaan karena dalam kenyataannya manusia memiliki daya pikir dan manusia juga sebagai mahkluk yang memiliki macam-macam daya. Ibn Miskawaih menonjolkan kelebihan jiwa manusia atas jiwa binatang dengan adanya kekuatan berfikir yang menjadi sumber tingkah laku, yang selalu mengarah kepada kebaikan.

Menurut Ibn Miskawaih dalam diri manusia ada tiga kekuatan yang bertingkat-tingkat dari tingkat yang paling rendah yaitu: Daya bernafsu an-nafs al-bahimiyyat sebagai daya terendah.

Daya berpikir an-nafs an-nathiqat sebagai daya tertinggi. Kekuatan berfikir manusia itu dapat menyebabkan hal positif dan selalu mengarah kepada kebaikan, tetapi tidak dengan kekuatan berpikir binatang.

Jiwa manusia memiliki kekuatan yang bertingkat-tingkat: Al-Nafs al-Bahimmiyyah adalah jiwa yang selalu mengarah kepada kejahatan atau keburukan. Al-Nafs al-Nathiqah adalah jiwa yang selalu mengarah kepada kebaikan.. Ketiga daya ini merupakan daya menusia yang asal kejadiannya berbeda. Menurut Ibn Miskawaih penciptaan yang tertinggi adalah akal sedangkan yang terendah adalah materi. Akal dan jiwa merupakan sebab adanya alam materi bumi , sedangkan bumi merupakan sebab adanya tubuh manusia.

Pada diri manusia terdapat jiwa berfikir yang hakikatnya adalah akal yang berasal dari pancaran Tuhan. Daya bernafsu dan berani berasal dari unsur materi, sedangkan daya berfikir berasal dari ruh Tuhan yang tidak akan mengalami kehancuran. Ibn Miskawaih dalam kitab Tahzib al-Akhlaq, menggambarkan bagaimana bahwa jika daya-daya jiwa manusia bekerja secara harmonis dan senantiasa merujuk pada akal dapat melahirkan perbuatan-perbuatan moral yang akan menguntungkan bagi manusia dalam kehidupannya di dunia.

Dan oleh karena penjagaan kerja akal agar selalu berjalan sesuai dengan naturalnya merupakan prasyarat bagi perwujudan nilai-nilai moral, maka pembinaannya merupakan suatu kemestian dalam dunia pendidikan. Dengan jiwa yang cerdas itu, manusia terangkat derajatnya, setingkat malaikat, dan dengan jiwa yang cerdas itu pula manusia dibedakan dari binatang.

Manusia yang paling mulia adalah yang paling besar kadar jiwa cerdasnya, dan dalam selalu cenderung mengikuti ajakan jiwa yang cerdas itu. Manusia yang dikuasai hidupnya oleh dua macam jiwa lainnya kebinatangan dan binatang buas , maka turunlah derajatnya dari derajat kemanusiaan. Mana yang lebih dominan diantara dua macam jiwa yang lain tadi, maka demikianlah kadar turun derajat kemanusiaannya. Manusia harus pandai menentukan pilihan untuk menundukan dirinya dalam derajat mana yang seharusnya.

Sedangkan jiwa yang cerdas an-Nafs an-Nathiqah mempunyai sifat adil, harga diri, berani, pemurah, benar dan cinta. Pokok Keutamaan Akhlak Akhlak merupakan permasalahan utama yang selalu menjadi tantangan manusia dalam sepanjang sejarahnya. Agama tidak akan sempurna manfaatnya, kecuali dibarengi dengan akhlak yang mulia. Sebagai khalifah manusia bukan saja diberi kepercayaan untuk menjaga, memelihara dan memakmurkan alam ini tetapi juga dituntut untuk berlaku adil dalam segala urusannya.

10D471K PDF

Ibnu Miskawaih

On the Simple Drugs On the Composition of the Bajats Al-Ashribah Risalat fi al-Lazzat wa al-Alam fi Jauhar al-Nafs

GUSTAVO ESCANLAR PDF

Life[ edit ] Miskawayh was born in Rey , then under Ziyarid control. Miskawayh may have been a Zoroastrian convert to Islam , but it seems more likely that it was one of his ancestors who converted. He was fluent enough in Middle Persian to have translated some pre-Islamic texts in that language into Arabic. In , a group of ghazi marched towards the Library of Rey but Miskawayh managed to save it. Some contemporary sources associated him with the Brethren of Purity , claiming that some of his writings were used in the compilation of the Encyclopedia of the Brethren of Purity.

Related Articles